Thursday, September 28, 2017
Home > News > Kata Bijak Aung San Suu Kyi Soal Perdamaian, Masih Pantaskah?

Kata Bijak Aung San Suu Kyi Soal Perdamaian, Masih Pantaskah?

Kata Bijak Aung San Suu Kyi Soal Perdamaian, Masih Pantaskah?

Aung San Suu Kyi (Foto: Reuters)

Jakarta – Sosok Aung San Suu Kyi sedang jadi perbincangan dunia, setelah terjadinya kekerasan oleh militer Myanmar terhadap warga Rohingnya di Rakhine, Myanmar.

Negara yang dipimpinnya itu, militer menghabisi warga muslim Rohingnya. Anak-anak, perempuan, dan semua manusia ditindas dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi ke perbatasan Bangladesh. Mereka melintasi hutan-hutan sambil menahan haus dan lapar. Dan tidak sedikit yang eksodus mengenakan kapal laut kayu, namun akhirnya tewas dihempas ombak.
 
Para tokoh dunia hingga PBB ikut berteriak. Misalnya,  Malala Yousafzai bocah peraih Nobel asal Pakistan, ikut mengingatkan agar Aung San Suu Kyi yang juga peraih Nobel itu, menghentikan kekerasan. Bahkan di Indonesia, petisi pencabutan Nobel Perdamaian yang pernah disematkan pemimpinan Myanmar itu tahun  1991 dicabut.

Aung San Suu Kyi adalah perempuan kelahiran 19 Juni 1945. Ayahnya bernama Aung San yang juga pernah menjadi tokoh Myanmar saat merundingkan kemerdekaan dari Inggris tahun 1947. Namun setelah itu dibunuhnya.

Aung San Suu Kyi kemudian hidup dan tumbuh besarnya bersama ibunya, Khin Kyi dan dua  saudara lakinya, Aung San Lin dan Aung San U in Yangon. Dan Suu Kyi bersekolah di sekolah Katolik Burma.

Berikut ini pernyataan Aung San Suu Kyi yang digembar gemborkannya mengatasnamakan perdamaian;

1. Perdamaian adalah tujuan ideal yang tak bisa diganggu gugat oleh pemerintahan atau bangsa mana pun, termasuk mereka yang gemar berperang sekalipun.

2. Penjara yang sesungguhnya adalah rasa takut dan hanya ada satu kebebasan sejati, bebas dari rasa takut.

3. Perdamaian adalah tujuan ideal yang tak bisa diganggu gugat oleh pemerintahan atau bangsa mana pun, termasuk mereka yang gemar berperang sekalipun.

4. Kalau Anda memutuskan melakukan sesuatu, jangan sebut itu sebagai pengorbanan karena tidak ada orang yang memaksa Anda melakukannya.

5. Di lingkungan masyarakat dimana lelaki sangat percaya diri dengan nilai mereka, perempuan tidak semata ditoleransi saja, tetapi juga dihargai.

6. Jika anda merasa tidak berdaya, maka tolonglah seseorang.

kutipan yang pernah diucapkan Suu Kyi itu, menjadikan dia sebagai panutan dan perlawanan Myanmar terhadap junta militer. Namun ketika dia memimpin negara itu, ketika Rohingnya alami kekerasan, dan seluruh dunia mengecam, timbul pertanyaan; Kenapa Diam?

 

TAGS : Rohingnya Malala Yousafzai Aung San Suu Kyi

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/21264/Kata-Bijak-Aung-San-Suu-Kyi-Soal-Perdamaian-Masih-Pantaskah/

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz